PRIMADONA TANDHAK LUDRUK MALANG: Rekam Jejak Perjalanan Hidup Mama Chandra dari Tobong-Ke Tobong Ludruk Malang
Rp 75.000
PRIMADONA TANDHAK LUDRUK MALANG: Rekam Jejak Perjalanan Hidup Mama Chandra dari Tobong-Ke Tobong Ludruk Malang
Buku ini mengutarakan jejak perjalanan hidup seorang tandhak Ludruk; Amin Naryo, seorang remaja asal Dusun Bendo Kidul yang menekuni kehidupan sebagai senimana ludruk. Nama popular di lingkungan masyaraka ludruk akrap dipanggil dengan Mama Chandra, sosok legendaris di jagat seni pertunjukan Ludruk Malang. Lahir pada Jumat Pahing 10 April 1964 dengan paras halus menawan, Naryo cilik telah memancarkan aura "Ning" yang unik perpaduan antara kelembutan visual dan keteguhan prinsip untuk hidup mandiri tanpa membebani orang tua.
Langkah takdirnya bermula saat mata jeli maestro Cak Karman menangkap potensi besar dalam diri Naryo. Berbekal restu ayah, Naryo meninggalkan kampong halamannya menuju kerasnya kehidupan "tobong" (gedongan ludruk) di komunitas Ludruk Teratai Jaya. Di sana, di antara aroma bedak panggung yang menyengat dan debu lapangan, Naryo mengenyam "sekolah kehidupan" yang sesungguhnya. Nariyo belajar menjadi seorang Tandhak. Perjalanan mama Chandra pada puncak dedikasinya membangun Ludruk Lerok Anya bersama Cak Marsam Hidayat, membuktikan bahwa identitas yang sempat dianggap anomali justru menjadi cahaya yang menghidupkan tradisi panggung seni pertunjukan tradisional di Malang Jawa Timur.
Ukuran Buku 23 x 15.5 cm
Tebal Buku v, 100 hlm
Penulis
Prof. Dr. Robby Hidajat, M.Sn.
H. Marsam Hidayat
Editor
Tim Singgasana Budaya Nusantara
Langkah takdirnya bermula saat mata jeli maestro Cak Karman menangkap potensi besar dalam diri Naryo. Berbekal restu ayah, Naryo meninggalkan kampong halamannya menuju kerasnya kehidupan "tobong" (gedongan ludruk) di komunitas Ludruk Teratai Jaya. Di sana, di antara aroma bedak panggung yang menyengat dan debu lapangan, Naryo mengenyam "sekolah kehidupan" yang sesungguhnya. Nariyo belajar menjadi seorang Tandhak. Perjalanan mama Chandra pada puncak dedikasinya membangun Ludruk Lerok Anya bersama Cak Marsam Hidayat, membuktikan bahwa identitas yang sempat dianggap anomali justru menjadi cahaya yang menghidupkan tradisi panggung seni pertunjukan tradisional di Malang Jawa Timur.
Ukuran Buku 23 x 15.5 cm
Tebal Buku v, 100 hlm
Penulis
Prof. Dr. Robby Hidajat, M.Sn.
H. Marsam Hidayat
Editor
Tim Singgasana Budaya Nusantara
Diskusi